Penyakit Akibat Kandang Ternak Murai Batu Dalam Ruangan


Murai batu terkenal dengan burung berkicau unggulan yang dikenal sering kali mendapatkan gelar jawara diberbagai kontes burung berkicau. Namun begitu ternyata murai batu juga sama seperti burung lainnya yang dapat terserang penyakit. 

Ya, murai batu memang dapat terserang penyakit apabila perawatan yang dilakukan tidak baik.

Penyakit yang dapat menyerang murai batu dapat mengakibatkan kematian apabila tidak ditangani dengan serius. Ada beberapa hal yang menyebabkan penyakit dapat menyerang murai batu. Dan salah satu diantaranya adalah sebagai berikut.

Kandang merupakan hal yang kebersihannya perlu dijaga. Sebab, burung murai batu selama dipenangkaran akan berada di dalam kandang tersebut. 

Jika kandang yang dibuat nyaman maka murai batu akan mudah untuk dirawat dan dicetak menjadi burung jawara.

Sedangkan jika kandang yang dibuat tidak nyaman untuk murai batu maka akan menyababkan murai batu menjadi tidak nyaman dan tidak mau tinggal di kandang tersebut. 

Penyakit Akibat Kandang Ternak Murai Batu Dalam Ruangan

Ada begitu banyak pemilik murai batu yang tidak memperhatikan kebersihan kandang murai batu. Mungkin tidak hanya pemilik murai batu saja tetapi pemilik burung berkicau lainnya juga sering terlihat tidak membersihkan kandang burung berkicaunya secara rutin.

Padahal, jika tidak dibersihkan secara rutin, kandang tersebut akan menjadi sarang bagi penyakit dan otomatis murai batu pun akan terserang penyakit.

Pada umumnya, hal-hal yang sering tidak diperhatikan seperti kotoran burung yang menempel pada bagian bawah sangkar. Kotoran yang tidak segera dibersihkan menyebabkan bakteri penyebab penyakit akan berkembang biak. Pakan yang tidak diganti pun juga menjadi sarang bagi bakteri penyebab penyakit.

Seharusnya, pakan yang diberikan pada murai batu harus diganti secara rutin walaupun pakan tersebut belum habis. Jika menunggu pakan tersebut habis maka bakteri akan berkembang terlebih dahulu.

Tidak hanya bagian kandang saja yang perlu dibersihkan, tetapi bagian lingkungan sekitar kandang juga perlu dibersihkan. Walaupun bagian kandang terlihat bersih tetapi jika lingkungan sekitar tidak bersih tetap saja penyakit akan menyerang burung murai batu.

Untuk mencegah agar bakteri penyebab penyakit berkembangbiak di kandang murai batu, sebaiknya bagian kandang harus dibersihkan secara rutin. Sangkar perlu dijemur pada pagi hari. Agar kandang lebih bersih lagi, sebaiknya lakukan penyemprotan cairan disinfektan sesuai dengan dosis.

Mengatasi Penyakit Murai Batu akibat dari kotoran Kandang

Apabila penyakit telah menyerang murai dikarenakan sanitasi kandang yang buruk, lakukanlah pengobatan. 

Pengobatan dapat dilakukan dengan cara meletakkan burung ke dalam sangkar yang dipasang lampu yang digunakan untuk pemanas. Tidak hanya itu, berikan juga antibiotik yang akan mempercepat penyembuhan murai batu.

Antibiotik yang diberikan harus antibiotik yang berkualitas. Dipilih antibiotik yang berkualitas agar dapat menyembuhkan murai batu secara cepat dan dapat membunuh bakteri penyebab penyakit.

Penyakit yang menyerang karena sanitasi kandang yang kurang baik jika sudah terlanjur parah maka pengobatannya akan sulit. 

Jika pun dapat diobati akan memakan biaya yang tidak sedikit.Inilah Penyakit Akibat Kandang Ternak Murai Batu Dalam Ruangan semoga berguna dan bisa untuk di jadikan bahan rujukan.

Mengatasi Murai Stres Macet Bunyi Dengan Cara Alami

mengatasi murai batu stres berat
Penyakit dapat menyerang makhluk hidup mana pun termasuk burung berkicau. Burung berkicau yang tak luput dari serangan penyakit adalah burung murai batu. 

Burung murai batu termasuk jenis burung unggulan yang namanya sudah tidak diragukan lagi kehebatannya.

Walaupun murai batu termasuk jenis burung unggulan bukan berarti murai batu dapat terlepas dari serangan penyakit. 

Penyakit dapat saja menyerang murai batu apabila cara perawatannya yang salah. Ada beberapa hal yang menjadi penyebab mengapa penyakit dapat menyerang murai batu.

Mengatasi Murai Stres Macet Bunyi Dengan Cara Alami

Penyakit yang menyerang murai batu ada yang bersifat dapat diobati namun ada pula yang bersifat tidak dapat diobati. 

Sebenarnya semua penyakit yang menyerang semua jenis murai batu dapat diobati. Hanya saja yang tidak dapat diobati tersebut yang pengobatannya tidak secara langsung padahal sudah terdeteksi penyakitnya.

Kesehatan murai batu harus selalu dijaga dan jangan sampai terserang penyakit. Sebagai pemilik murai batu yang baik diharapkan dapat mengetahui lebih lanjut mengenai apa saja hal yang menjadi penyebab gangguan kesehatan pada murai batu. 

Berikut ini akan dijelaskan lebih lanjut mengenai penyebab gangguan kesehatan terhadap murai batu.

Dampak dari Murai batu Stres

Stres merupakan salah satu penyebab gangguan kesehatan murai batu. Apabila murai batu terserang stres, maka sistem yang ada di dalam tubuh murai batu menjadi terganggu akibatnya penyakit rentan masuk. 

Tidak hanya dapat menyebabkan penyakit rentan masuk ke tubuh burung saja, tetapi stres juga dapat mengakibatkan produksi telur menjadi menurun.

Stres termasuk hal yang berbahaya karena jika tidak kuncung diobatkan akan menyebabkan kematian pada burung yang terserang. Stres dapat terjadi karena beberapa hal. Beberapa hal yang menjadi penyebab burung menjadi stres diantaranya.
  1. Sangkar yang ditempatkan di tempat yang kurang aman sehingga burung merasa keselamatannya terancam.
  2. Suhu udara yang tidak mendukung.
  3. Lingkungan sekitar yang tidak kondusif.
Sebelum stres ini akan mengakibatkan murai batu menjadi terserang penyakit atau bahkan mati, sebaiknya lakukan pencegahan. Pencegahan yang dapat dilakukan diantaranya adalah sebagai berikut.
  1. Sangkar di tempatkan di lingkungan yang akan membuat burung merasa nyaman serta yang paling penting membuat burung tidak terganggu.
  2. Jangan memancing agar burung terkena stres.
  3. Pemberian pakan dan minum harus sesuai dengan takaran. Pakan dan minum selalu diganti dengan yang baru setiap harinya untuk mencegah pertumbuhan bakteri penyebab stres dan penyakit.
  4. Lingkungan sekitar tempat burung kadang kala dilewati oleh beberapa orang. Untuk membuat burung tidak terkejut dengan orang yang lewat maka pakaikan sangkar burung dengan menggunakan kerodong. Kerodong ini sangat membantu mencegah burung menjadi stres.
Apabila murai batu telah terlanjur terserang stres maka lakukan pengobatan dengan cara menutup sangkar dengan menggunakan kerodong. Murai batu sebaiknya tidak dimandikan apabila sedang stres.

Serta masih banyak cara pengobatan lainnya yang akan membuat stres menjadi berkurang.Demikian Mengatasi Murai Stres Macet Bunyi Dengan Cara Alami mudah-mudahan membantu dan berguna..

Cara Mengatasi Murai Batu Kurang Fit Dan Berbagai Penyakit Berbahaya Lain

murai batu sakit nafas
Cara Mengatasi Murai Batu - Murai batu termasuk jenis burung berkicau yang keberadaannya saat ini di alam liar sudah semakin menipis. Namun, saat ini sudah banyak orang yang menangkarkan murai batu sehingga jumlah murai batu semakin lama semakin bertambah walaupun bukan di alam liar.

Tujuan orang saat ini untuk menangkarkan murai batu bukan hanya untuk melestarikan murai batu tetapi juga untuk diikutsertakan ke dalam kontes burung berkicau. 

Sudah bukan menjadi rahasia umum lagi jika murai batu sudah menjadi salah satu jenis burung unggulan sehingga banyak orang yang memburu murai batu khususnya para kicau mania.

Untuk membuat murai batu menjadi burung yang selalu menjadi juara di dalam suaru kontes itu tidak mudah. 

Banyak hal yang akan menghambat kita di dalam merawat murai batu yang akan menjadikan juara di dalam suatu kontes. Salah satu hal yang akan menghambat perawatan murai batu adalah penyakit.

Cara Mengatasi Murai Batu Kurang Fit Dan Berbagai Penyakit Berbahaya Lain

Penyakit bukan hanya menyerang murai batu tetapi juga hewan lainnya. Penyakit yang menyerang murai batu bukan karena tidak ada penyebabnya. 

Pada umumnya, penyebab utama murai batu terserang penyakit adalah karena kebersihan sekitar sangkar tidak diperhatikan. Dan kesalahan tersebut tak lepas dari kesalahan pemilik burung murai batu.

Penyakit memang sering muncul di tempat yang kotor dan tidak terurus. Jadi, apabila kita tidak ingin murai batu kita terserang penyakit maka jagalah lingkungan sekitar sangkar burung agar tidak ada hal-hal yang akan menimbulkan penyakit. 

Lantas, apa saja hal yang harus diperhatikana ketika menjaga lingkungan sekitar sangkar supaya tidak menimbulkan penyakit? Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut.
  • Menjaga kebersihan kandang
Kandang untuk menangkarkan murai batu harus selalu bersih. Jika tidak bersih akan mengakibatkan sarang penyakit ada di tempat tersebut. Kandang dapat dibersihkan setiap harinya. 

Pembersihan kandang dapat dilakukan setiap pagi hari saat murai batu sedang dimandikan. Pada saat itulah kita mempunyai kesempatan untuk membersihkan kandang.

Cara membersihkan kandang adalah dengan menyikat seluruh bagian kandang dengan menggunakan sabun deterjen. 

Apabila kandang sudah dibersihkan selanjutnya dapat dijemur di bawah sinar matahari agar cepat kering. Supaya benar-benar bersih dari hal yang akan menyababkan timbulnya penyakit, sebaiknya semprotkan cairan disinfektan sesuai dengan dosis.
  • Menjemur murai batu
Murai batu tidak akan memiliki stamina jika tidak dijemur. Jadi, setiap harinya murai batu perlu dijemur agar memiliki stamina. 

Tidak hanya berfungsi untuk membangkitkan stamina, penjemuran murai batu juga berfungsi untuk menjaga kesehatan murai batu tersebut.

Dengan hanya menjemur murai batu maka murai batu akan mendapatkan vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh burung. 

Contohnya seperti vitamin D3 dan beberapa jenis vitamin lainnya. Penjemuran dilakukan pada pagi hari saja. Penjemuran yang dilakukan sekurang-kurangnya selama 30 menit. 

Namun jika ingin lebih lagi bisa dijemur hingga 3-4 jam. Atau bisa juga tergantung keinginan burung murai batu tersebut.Inilah Cara Mengatasi Murai Batu Kurang Fit Dan Berbagai Penyakit Berbahaya Lain semoga bisa membantu dan bermanfaat..

Manfaat Vitamin A-B-C-D Bagi Kebugaran Murai Batu bakalan


Setiap makhluk hidup membutuhkan vitamin untuk mencukupi kebutuhannya. Vitamin yang diberikan pun dalam bentuk yang berbeda-beda. 

Begitu pula dengan burung berkicau seperti murai batu yang sangat membutuhkan vitamin untuk memenuhi kebutuhan tubuhnya akan vitamin.

Vitamin yang tidak tercukupi akan berakibat fatal bagi burung murai batu tersebut. Jenis vitamin yang diberikan bukan hanya satu jenis tetapi ada begitu banyak jenis vitamin yang dapat diberikan pada murai batu. 

Apa-apa saja jenis vitamin yang harus diberikan pada murai batu? Jenis vitamin yang harurs diberikan pada murai batu diantaranya adalah sebagai berikut.
  • Vitamin A
Pemberian vitamin A ini harus dilakukan karena jika tidak diberikan akan menyebabkan organ yang ada di dalam tubuh burung menjadi tidak berjalan. Dengan kata lain, vitamin A ini sangat diperlukan dan pemberiannya tidak boleh tidak dilakukan.

Tidak beda jauh dengan fungsi vitamin A bagi manusia yaitu untuk menjaga kesehatan mata, begitu pula fungsi vitamin A pada burung yang juga untuk menjaga kesehatan mata. Tidak hanya itu saja, vitamin A juga berfungsi menjaga agar daya tahan infeksi burung tetap terjaga.

Vitamin A yang diberikan harus sesuai dengan dosis yang telah tertera. Jika satu minggu murai batu ada gangguan masalah pada tubuhnya maka dapat vitamin A yang diberikan dapat ditingkatkan dari yang seperti biasa. Namun, walaupun pemberiannya lebih ditingkatkan lagi bukan berarti melebihi dosis.

Tetap saja yang paling utama adalah dosis yang sesuai dan tidak berlebihan. vitamin A yang diberikan terlalu berlebihan akan menyebabkan gangguan pada pembentukan tulang serta nyeri pada bagian persendian.
  • Vitamin B
Vitamin B yang diberikan bukan hanya sekedar vitamin B saja tetapi vitamin B kompleks. Vitamin B kompleks yang dapat diberikan seperti vitamin B1, B2, B3, B,5 B,6, serta B12 dan seluruh jenis vitamin B kompleks lainnya.

Setiap jenis vitamin B kompelks memiliki fungsi yang berbeda-beda. Misalnya saja seperti vitamin B1 yang berfungsi untuk membangkitkan nafsu murai batu. 

Vitamin B2 yang berfungsi untuk pertumbuhan. Serta vitamin B kompleks lainnya yang dengan fungsinya masing-masing.
  • Vitamin C
Vitamin C hanya akan diberikan pada saat murai batu mengalami masalah seperti stres dan pemulihan luka. 

Dengan diberikan vitamin C maka stres yang diderita oleh murai batu perlahan-lahan akan pulih. Tidak hanya stres, luka pun juga dapat disembuhkan dengan memberikan vitamin C.

Pada saat musim penghuajanan disarankan agar lebih banyak memberikan vitamin C. Tentunya pemberian vitamin C yang baik sesuai dengan dosis yang telah ditentukan.
  • Vitamin D
Tulang yang ada di dalam tubuh murai batu dapat terbentuk dengan sempurna karena adanya vitamin D. 

Tanpa vitamin D, tulang yang terbentuk tidak akan sempurna dan akhirnya burung akan mengalami cacat. 

Biasanya tulang yang sering cacat karena pemberian vitamin D yang kurang adalah tulang bagian dada yang akan membengkok.

Demikian Manfaat Vitamin A-B-C-D Bagi Kebugaran Murai Batu mudah-mudahan membantu dan berguna.Silahkan di baca juga tulisan terkait lain di bawah.

Trik Memilih dan Menyiapkan Murai Batu Untuk Kontes


Saat ini, tujuan dari penangkaran murai batu bukan hanya untuk melestarikan murai batu saja tetapi untuk dikonteskan ke arena kontes burung berkicau. Semakin lama, para kicau mania beralih menangkarkan murai batu dibandingkan dengan jenis burung lainnya.

Nama murai batu sudah tidak asing lagi bagi para kicau mania. Bahkan keunggulan murai batu sudah tidak diragukan oleh para kicau mania. 

Karena itu murai batu dikenal sebagai salah satu jenis burung berkicau unggulan dari sekian banyak jenis burung berkicau lainnya. Jadi tidak heran jika banyak yang menggemari menangkarkan murai batu.

Tujuan para pemilik murai batu mengonteskan burung murai batunya tak lain untuk mendapatkan gelar jawara. Namun, untuk mendapatkan gelar jawara tersebut tidaklah mudah. Pemilik perlu merawat murai batu dari kecil hingga siap untuk dikonteskan dengan benar dan baik.

Trik Memilih dan Menyiapkan Murai Batu Untuk Kontes

Sebelum memulai perawatan, tentunya terlebih dahulu kita akan memilih murai batu terlebih dahulu. Di dalam memilih murai batu, sebaiknya lebih teliti lagi agar mendapatkan murai batu yang benar-benar sesuai dengan keinginan kita. 

Jangan sampai setelah dipilih tetapi setelah dirawat ternyata murai batu yang kita pilih tidak sesuai dengan keinginan kita.

Dari sekian banyak murai batu yang kita miliki pasti ada salah satu jenis murai batu yang memiliki kelebihan yang tidak dimiliki oleh murai batu lainnya. 

Lantas, bagaimanakah cara menentukan bahwa murai batu tersebut merupakan jenis murai batu unggulan? Caranya adalah sebagai berikut.
  • Murai batu unggulan memiliki mental bertarung yang kuat. Jika memiliki suara yang bagus tetapi tidak memiliki mental baja percuma saja dan sebaiknya jangan dipilih karena sudah tentu kalah dalam bertanding.
  • Suara murai batu sangat bagus dan memiliki variasi kicauan yang banyak serta dapat menirukan kicauan burung lainnya.
  • Usia murai batu telah mencapai kurang lebih 2-3 tahun. Mengapa dipilih murai batu yang berumur 2-3 tahun? Hal ini bertujuan agar suara yang dimiliki oleh murai batu sudah terbentuk secara sempurna. Murai batu yang baru berusia ibawah 2 tahun biasanya memiliki suara yang kurang bagus dan tidak layak untuk dikonteskan.
  • Dapat berkicau dimana saja. Jadi, murai batu tidak hanya ingin berkicau di tempat dimana ia dibina untuk berkicau. Jika burung hanya berkicau di tempat dimana ia dibina untuk berkicau, sebaiknya jangan terlebih dahulu dikonteskan karena nantinya akan membuat burung menjadi stres.

Burung yang dikonteskan pada umumnya memiliki mental baja. Tidak hanya memiliki mental baja saja tetapi burung berkicau juga perlu memiliki sifat galak. 

Sifat galak ini perlu ada sebab jika murai batu terkesan jinak maka akan menyebabkan murai batu kalah dipertandingan.

Cara mengatur agar murai batu tidak jinak adalah dengan meletakkan sangkar murai batu di tempat yang tinggi. Dengan begitu, perlahan-lahan murai batu yang tadinya jinak menjadi tidak jinak.

Inilah sedikit ulasan seputar Trik Memilih dan Menyiapkan Murai Batu Untuk Kontes mudah-mudahan emmbantu dan bermanfaat.

Tips Perawatan Harian Dan Setelan Murai Batu Bakalan Dewasa


Untuk menjadikan murai batu sebagai jawara bukanlah hal yang mudah. Pemilik murai batu tersebut harus berusaha agar bisa menjadikan murai batu miliknya menjadi murai batu jawara. Salah satu usaha yang harus dilakukan oleh pemilik murai batu adalah dengan melakukan perawatan.

Dengan melakukan perawatan ini, murai batu akan terlatih untuk menjadi murai batu unggulan yang dapat menampilkan keunggulan yang dimiliki oleh murai batu tersebut. 

Perawatan yang dapat dilakukan oleh pemilik murai batu adalah perawatan harian dan perawatan mingguan.

Di dalam melakukan perawatan harian dan perawatan mingguan, ada beberapa hal yang perlu dilakukan. Berikut ini akan dijelaskan satu per satu mengenai perawatan harian dan perawatan mingguan.

Setiap pemilik murai batu memiliki cara tersendiri di dalam melakukan perawatan harian. Walaupun caranya berbeda-beda, namun intinya tetap sama yaitu menjadikan murai batu sebagai burung murai batu jawara. 

Tips Perawatan Harian Dan Setelan Murai Batu Bakalan Dewasa

Di dalam melakukan perawatan harian murai batu, ada beberapa hal yang perlu dilakukan. Beberapa hal yang perlu dilakukan di dalam melakukan perawatan harian murai batu diantaranya adalah sebagai berikut.
  1. Pada pagi hari, murai batu dapat langsung di letakan di teras rumah untuk mendapatkan angin.
  2. Satu jam kemudian, murai batu dapat dimandikan. Memandikan murai batu juga dapat disesuaikan dengan kebiasaan murai batu. Memandikan murai batu dapat menggunakan tempat mandi khusus atau menggunakan sprayer.
  3. Jemur murai batu selama satu jam atau sesuai dengan kebiasaan murai batu. Penjemuran sebaiknya di tempat yang aman dan tidak ada murai lainnya atau burung lainnya.
  4. Selama murai batu dijemur, pemilik dapat memanfaatkan waktu tersebut untuk membersihkan sangkar.
  5. Pakan yang ada di dalam sangkar dapat diganti. Atau jika masih ada pakan di dalam tempat pakan tersebut dapat ditambahkan.
  6. Pakan yang dapat diberikan seperti pakan tambahan. Pakan tambahan yang dapat diberikan seperti jangkrik. Jangkrik yang akan diberikan kakinya terlebih dahulu harus dipotong.
  7. Pemasteran dapat dilakukan setelah penjemuran berlangsung.
Itulah perawatan harian yang perlu dilakukan kepada murai batu setiap harinya.

Perawatan Mingguan Murai batu
Adapun perawatan mingguan yang perlu dilakukan kepada murai batu diantaranya adalah sebagai berikut.

Kroto dapat diberikan setiap 2-3 minggu sekali. Masalah waktu pemberiannya tergantung kepada pemilik dan kebiasaan murai batu saja.

Murai perlu diumbat. Dalam sehari, pengumbaran dapat dilakukan selama 3 jam sehari. Dalam satu minggu pengumbaran dilakukan 4-5 kali.

Untuk menjaga agar tubuh murai batu tetap vit, berikan multivitamin setiap minggunya. Jenis multivitamin yang diberikan tergantung kebutuhan murai batu tersebut. Dalam satu minggu, multivitamin yang dapat diberikan 3-4 kali. Multivitamin dapat diberikan dengan berbagai cara. 

Pemberian multivitamin dapat dilakukan dengan cara mencampurkan ke dalam air minum yang akan diberikan pada murai batu. Multivitamin yang diberikan harus sesuai dengan dosis yang telah ditentukan.

Itulah Tips Perawatan Harian Dan Setelan Murai Batu Bakalan Dewasa semoga membantu dan berguna.

Perbedaan Murai Batu Asal Medan,Aceh Dan Kalimantan

Murai Batu Medan Bakalan Liar

Murai batu termasuk salah satu jenis burung unggulan yang telah ada sejak dahulu. Keunggulan murai batu sudah tidak diragukan lagi di dalam kontes burung berkicau. 

Murai batu sering kali mendapatkan gelar sebagai jawara diberbagai kontes yang diadakan. Baik itu di tingkat daerah maupun di tingkat nasional. Jadi, tidak heran jika harga dari murai batu sangat mahal.

Murai batu dikenal memiliki begitu banyak jenisnya. Dan sebagian besar jenis murai batu tersebar di Indonesia. Dahulu pada saat awal kemunculannya, murai batu banyak tersebar di daerah Pulau Jawa, Pulau Sumatera, Pulau Kalimantan, Filipina, Thailand dan Malaysia. 

Namun, saat ini sudah sangat jarang ditemukan murai batu di daerah tersebut.
Jika pun ada, hanya di tempat tertentu saja seperti di tempat khusus penangkaran satwa. Di alam liar keberadaan murai batu memang sudah semakin langka bahkan terancam punah.

Perbedaan Murai Batu Asal Medan,Aceh Dan Kalimantan

Kembali lagi kepada jenis murai batu, seperti yang telah disebutkan diatas bahwa sebagian besar jenis murai batu tersebar di Indonesia. Di setiap daerahnya, murai batu memiliki ciri khas tersendiri yang tidak dimiliki oleh murai batu dari daerah lainnya. 

Namun, tetap saja masing-masing murai batu tersebut memiliki kelemahan.
Lantas, jenis murai batu apa saja yang tersebar di Indonesia? Murai batu yang tersebar di Indonesia diantaranya adalah sebagai berikut.
  • Murai batu Medan
Seperti namanya, murai batu medan ini berasal dari daerah Medan. Murai batu medan ini telah diberikan gelar sebagai salah satu jenis murai batu terbaik di Indonesia. 
Kemampuannya sudah tidak diragukan lagi di arena kontes. Ciri-ciri murai batu medan adalah sebagai berikut:
  1. Memiliki postur tubuh yang besar dan panjang.
  2. Memiliki suara yang keras dan jelas.
  3. Memiliki variasi kicauan suara yang beragam.
  4. Warna bulunya hitam pekat dan menyebar hampir keseluruh tubuh kecuali pada bagian dada yang cenderung ke warna cokelat.
  5. Ekornya sangat panjang. Panjang ekornya yaitu 26-29 cm.
Ciri khas dari murai batu adalah mampu mengangkat ekornya hingga menyentuh kepala.
  • Murai batu Aceh
Murai batu asal aceh ciri-cirinya hampir sama dengan murai batu medan. Bukan hanya ciri-cirinya saja tetapi sifatnya juga hampir sama dengan murai batu. 

Yang membedakannya adalah murai batu aceh memiliki daya tempur yang lebih dahsyat dibandingkan dengan murai batu asal medan.
  • Murai batu Kalimantan
Ciri-ciri dari murai batu asal kalimantan adalah sebagai berikut:
  1. Memiliki warna bulu hitam pekat hampir diseluruh bagian tubuhnya kecuali bagian dadanya yang berwarna cokelat.
  2. Memiliki ekor yang tidak terlalu panjang, yaitu 14 cm.
  3. Intonasi suaranya tidak terlalu keras.
  4. Variasi kicauannya tidak sebanyak burung pada umumnya.
Itulah ciri-ciri dari murai batu kalimantan. Murai batu asal kalimantan sangat jarang di konteskan karena suaranya kalah jauh dari murai batu lainnya.

Inilah Perbedaan Murai Batu Asal Medan,Aceh Dan Kalimantan semoga berguna dan bisa untuk di jadikan bahan renungan.